Judul : Dunia Anna
Judul asli : Anna: En fabel om klodens klima og miljø
Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penerbit : PT M Izan pustaka
Tahun terbit : Cetakan XXVI, Juli 2024
Hal : 248 h.:20,5 cm
ISBN : 978-979-433-842-1
Jostein Gaarder, penulis Norwegia yang terkenal dengan karya-karyanya yang memadukan filsafat, misteri, dan pesan moral, seperti kali ini menargetkan pembaca muda dengan buku Anna: En fabel om klodens klima og miljø (terbitan Dunia Sophie), 2004 di Norwegia oleh Aschehoug. Judul ini diterjemahkan secara harfiah sebagai “Anna: Sebuah Fabel tentang Iklim dan Lingkungan Bumi”. Dengan panjang sekitar 244 halaman 39 bab dalam terjemahan bahasa indonesia, genre-nya adalah fabel anak-anak dengan elemen edukatif tentang isu lingkungan kontemporer. Gaarder, yang juga aktivis lingkungan, menggunakan gaya naratifnya yang ringan untuk menyampaikan pesan mendesak tentang perubahan iklim tanpa membuat pembaca kecil merasa terbebani.
Cerita berpusat pada Anna, seorang gadis kecil yang tinggal di dunia modern yang sibuk. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang “peri” atau makhluk ajaib bernama Nova (atau variasi serupa dalam terjemahan), yang membawanya dalam petualangan imajinatif melalui waktu dan alam. Melalui fabel-fabel pendek dan cerita alegoris, Anna belajar tentang bagaimana Bumi (kloden) berubah akibat ulah manusia: dari pemanasan global, pencemaran udara, hingga hilangnya hutan dan spesies. Gaarder menyajikan konsep-konsep ilmiah seperti efek rumah kaca, siklus karbon, dan dampak polusi sebagai dongeng yang hidup, di mana hewan, pohon, dan elemen alam “berbicara” untuk menyuarakan keprihatinan mereka. Narasi ini tidak hanya menghibur dengan elemen fantasi, tapi juga mendorong Anna (dan pembaca) untuk bertindak kecil-kecilan dalam menjaga lingkungan sehari-hari.
Anna berubah ketika ia menerima mimpi-mimpi yang terdengar seperti imajiantif bagi orang lain. Hal ini berdampak pada respon keluarga yang menkhawatirkan kondisinya. Mimpi-mimpi yang diterima Anna membawanya pada era yang jauh di depan, seolah Ia dapat melihat bumi di masa mendatang.
“Saat membuka mata, dia telah berganti nama Nova. Segalanya terasa baru dan berbeda. Dia bangkit di atas tempat tidur, dan seketika seberkas cahaya redup menyala di meja nakas. Saat tangannya terjulur ke arah alat di atas meja itu, cahayanya menerang, dan ketika dia kembali berbaring sambil memegang terminalnya, alat itu otomatis teraktifkan. Di layarnya tercantum Sabtu, 12 Desember 2082.
Dia memandang sekeliling kamar tidurnya. Dindingnya berwarna merah darah. Tampak olehnya tetesan air hujan menerpa jendela sempit yang me-manjang dari lantai kayu hingga kusen biru di bawah langit-langit loteng yang miring”. Hal.33
Kekuatan terbesar Dunia Anna terletak pada kejeniusan Gaarder dalam mendemokratisasi filsafat. Apa yang bisa jadi topik kuliah membosankan diubah menjadi dongeng interaktif yang mendorong pembaca berpikir kritis.
Gaya Gaarder yang ringan, hampir seperti cerita anak, tapi dengan kedalaman intelektual, menciptakan keseimbangan sempurna antara hiburan dan edukasi.
Namun, buku ini bukan tanpa kekurangan. Panjangnya yang substansial bisa terasa overwhelming bagi pembaca yang mencari plot cepat tanpa pelajaran berat. Beberapa bab sejarah filsafat terasa seperti ensiklopedia ringkas, meskipun Gaarder menyelinginya dengan misteri pribadi Anna untuk menjaga ketegangan. Secara budaya, buku ini relevan di Indonesia di mana pendidikan filsafat sering terabaikan, dan bisa menjadi alat bagus untuk diskusi kelas atau buku klub. Nilai estetikanya tinggi, dengan pesan bahwa bertanya adalah kunci kebebasan manusia. Alur yang maju mundur membawa pembaca pada kenikmatan yang berbeda dengan kebanyakan buku novel, Buku ini juga jadi permata literatur membuka mata pada keajaiban pemikiran, saya priabadi sangat merekomendasikan buku ini untuk remaja, mahasiswa atau siapapun yang ingin mengeksplorasi tentang dunia dalam tanpa merasa dihakimi. Meskipun tidak semua pembaca menyukai alur yang terkesan maju Mundur tapi buku ini sukses membuka kacamata saya bagaimana memandang bumi lebih jauh.
RIWAYAT PENULIS
Umi Kulsum binti Jaenudin, berasal dari Garut, Jawa Barat. Sekarang, dia telah menyelesaikan Pendidikan S1, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Dia turut aktif di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN Purwokerto. Selain itu, dia aktif juga di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Karyanya dimuat di buku kumpulan cerpen tiga paragraf “Secangkir Kopi di Pagi Hari” yang berjudul “Pangeran Impian” dan dimuat di Buku Antologi Lomba cerpen “Sahabat Bersama Sampai Syurga”.
