INDONESIA YANG SEDANG DIGUYUR HUJAN
– 25 November 2025, Yangpyeong, mendengar suara turun hujan pagi
Ko Hyeong-ryeol
Pekanbaru dalam hujan,
aku ingin berjalan di sepanjang tepi kanal itu
Tak dapat masuk ke dalam masjid, aku berdiri di ambang pintu,
menghindari hujan,
dengan butir air hujan menggantung di alisku
Saat ia jatuh ke saluran air yang mengalir entah ke mana,
tanpa meninggalkan jejak,
Aku ingin menjadi setetes hujan,
yang meresap ke dalam hati mereka
Ah, andai kita datang dan pergi dalam angin
seperti hujan Indonesia,
Aku takkan gentar menghadapi hidup dan mati
Sekalipun perahu kecil yang menyeberangi kanal
tak membawaku dalam badai,
Aku tak keberatan jika kau menjauh dan tak terlihat,
Aku pasti akan menjadi angin dan hujanmu di sana
Jangan mengkhawatirkanku, lindungilah dirimu
Sekalipun kau menjadi angin dan hujan
yang bertiup tanpa menoleh ke belakang,
Aku akan tetap di sini, bergoyang sendirian
Aku hanya berharap angin itu berembus
melampaui cakrawala yang jauh, hingga ke tempatmu di sana
Kita percaya akan bertemu kembali pada waktu seperti itu,
Pekanbaru yang sedang diguyur hujan
Aku ingin berjalan di sepanjang tepi kanalnya
비 오는 인도네시아
– 2025년 11월 25일, 양평 새벽 빗소리 들으며
고형렬
비 오는 뻐칸바루, 그 운하의 물가를 걷고 싶다
사원 안으로 들어가지 못하고 입구에서 비를 피하고 서서
눈썹에 작은 빗방울만 걸고
까마득히 어딘가로 흐르는 수로에 떨어지면서도
자국이 남지 않는,
빗방울이 되어 그들의 마음속에 스미고 싶다
아, 인도네시아 비처럼 바람 속에 서로 가고 온다면,
어떤 생도 죽음도 마다하지 않으리
운하를 건너가는 작은 연락선이 풍우 속에 나를 데리고 가지 않더라도
나는 괜찮다네
그대가 멀어져 보이지 않으면,
나는 분명 그대의 저쪽 비바람이 될 것이네
나를 걱정하지 말고 그대를 지켜주세요
그때도 그대가 뒤돌아보지 않고 불어대는 비바람이어도
나를 여기서 혼자 흔들리고 있을 터이다
오직 까마득한 수평선 너머 그대가 있는 너머까지 불어가길 바랍니다
우리가 그런 시간에 만나리라 믿지만,
비 가는 뻐칸바루, 그 운하의 물가를 걷고 싶다
Ko Hyeong-ryeol
Lahir di kota Sokcho, Provinsi Gangwon Korea pada tahun 1954. Memulai debutnya di dunia sastra melalui puisi pada tahun 1979. Menerbitkan buku kumpulan puisinya yang pertama pada tahun 1985. Pada tahun 2000, antologi musiman Sipyung diluncurkan dan memperkenalkan sekitar 900 buah puisi lebih dari Indonesia, China, Vietnam, Jepang dan lain-lain. Menerima Hadiah penghargaan Hyundaemunhak, Hadiah penghargaan Kebudayaan dan Kesenian Republik Korea dan Hadiah Penghargaan Era Penulis Esai. Pada tahun 2023, kumpulan puisinya diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul 『Ikan Adalah Pertapa』 oleh Kepustakaan Populer Gramedia.

