KANDANG AMAN
ruang kecil itu terasa hangat
Ia memeluk sunyi dengan lembut
Keinginan pergi perlahan pudar
seperti langkah yang ragu meninggalkan rumah
rasa ingin melepas pun ikut tenggelam
sesekali harapan datang seperti peri membawa bunga
harapan sempat tumbuh untuk meraih
namun sekejap saja ia luruh.
peri itu kembali hadir
membawa bunga yang lebih indah
hastrat untuk meraih sempat menyala
lalu padam lagi tanpa jejak
langkah ingin pergi namun kaki terasa berat
namun waktu datang menjemput
ia menarik tanpa ragu.
ingin menolak terasa sia sia
ingin bertahan pun tak lagi mungkin
Purbalingga, 6 Maret 2026
SUMBER PAHALA
wahai dua jiwa terkasih
kalian di pertemukan untuk sang matahari
dari tangan merekalah seorang anak belajar berjalan dan,
mengenal dunia.
bersama menimang kehidupan
menumbuhkan kesabaran di sela hari
di sana amanah menunggu
tanggung jawab di hadapan
di sini hati menanti pelukan sayang
tak ada daya yang mampu menandingi kasih itu
kasih yang tenang, namun kuat
di sanalah bakti berakar pada dua jiwa
tak tertandingi oleh waktu
dua jiwa yang selalu dekat
tersimpan hangat dalam pelukan
Purbalingga, 6 Maret 2026
DINGIN YANG MENGANTAR DOA
malam hampir menyerah pada pagi
angin seakan menyerap di kulit
langkah berjalan menuju air
air wudhu menyentuh wajah dinginnya
merambat sampai hati
tubuh pun berdiri dalam tenang
lisan melantunkan bacaan yang indah
tangan terangkat menghadap langit yang gelap
waktu itu begitu singkat
doa doa berlayar pelan
mencari pintu langit
waktu yang banyak di harap hati
di saat sunyi itu doa dipanjatkan
di saat itu pula harapan diijabah
Purbalingga, 7 Maret 2026
DEBU KENANGAN
bunga indah menyebar harum
angin lembut membawa sapa yang tenang
hamparan tanah coklat terbentang luas
di sanalah memori tumbuh diam-diam
rumput bergoyang mengikuti waktu,
namun masa indah itu tak pernah benar benar kembali
ia hanya tinggal sebagai debu kenangan
seperti memori di pucuk kepala yang abadi
diam menempel, tak mau disapu
waktu terus berjalan
membersihkan hari demi hari
namun debu itu tetap tinggal di sudut kepala
Purbalingga, 9 Maret 2026
TEMPAT HATI KEMBALI
angin terasa begitu dingin menyentuh kulit
aroma hujan perlahan memenuhi halaman
kicau burung terdengar
namun kehangatan tetap hadir
menyelimuti hati dengan pelan
kehangatan dari senyum
tawa yang mengalir dari mulut ke mulut
obrolan hangat mengalir perlahan
seperti air yang di tuangkan dari teko
tenang, sederhana, namun penuh rasa
di situlah hati belajar tenang
di antara orang orang tercinta
yang selalu membuatku ingin kembali pulang
Purbalingga, 9 Maret 2026
Riwayat Penulis
Yumna Najda Najiyah, lahir di Tegal 5 September 2005. Ia Telah menyelesaikan sekolah dasar di SDIT Luqman Al-Hakim di Slawi. Kemudian melanjutkan ke pondok pesantren di Bogares, Tegal selama 1,5 tahun yang kemudian berhenti dan memilih untuk home schooling bersama seorang syaikhoh dari arab, kemudian melanjutkan ke jenjang akhir di Bantul, Jogjakarta selama 3 tahun dan 1 tahun mengabdi. dan sekarang sedang mengenyam studi di Universitas Islam Negeri Saizu Purwokerto di prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah.
