Tazkiyatun Niha
DI ANTARA CELAH
Barangkali di antara celah
Ada kalimat sumbang
Berdiri di celah rumpang
Pesan-pesan tersirat
Di barisan aksara yang saling berdesakan
mata yang hampa menolak tenggelam dalam malam
Terseok di lorong pikiran yang kelam
Namun tetap merapal langkah
Dalam diam
Ada jiwa yang mengemis tenang
Menepi dari hujan urusan
Yang turun tanpa henti
Di ruang kehidupan
Sejenak untuk berselimut sunyi
Dan mengingat kembali
Siapa dirinya sendiri
Sang bayu merayap ke dalam diri
Membawa cermin bagi jiwa dan sukma
Purbalingga, 5 Maret 2026
Sayid Jafar Amir
REPUBLIK AMNESIA
Republik ini bangun setiap pagi
Namun lupa dirinya sendiri
Lupa pada luka yg melahirkannya
Lupa pada janji yang dulu diucapkannya
Sejarah sekedar cerita
Dibaca, lalu dilupakan begitu saja
Padahal di sana ada jerit dan doa
Yang kini tak dianggap bermakna
Kursi – kursi tinggi dipenuhi wajah lupa
Lupa dari mana mereka berasal
Lupa bahwa suara kecil di jalan
Pernah mengantar mereka sampai tujuan
Republik amnesia
Kau hapus masa lalu demi kuasa
Kau kubur nurani dalam neraka
Lalu,
Kau menyebutnya kemajuan belaka
Tapi kami masih mengingat
Meski kau memilih untuk lupa
Bahwa negeri ini dibangun bersama
Bukan untuk dilupakan begitu saja
Purbalingga, 17 April 2026
Isna Putri Alifah
SIMPUL MATI
Jejak di depanku tak lagi dibersihkan.
Sepatuku akhirnya dibiarkan berkenalan dengan kerikil
Genggaman itu melonggar di pertengahan jalan,
menyisakan udara dingin di telapak tangan.
Hanya mundur selangkah,
tapi aspal mendadak terasa begitu asing
Tak ada lagi yang membenahi kerah bajuku,
atau menarik pelan lenganku saat nyali mulai goyah.
Kini, tersesat adalah milikku utuh.
Bising persimpangan tak bisa lagi kusembunyikan di saku.
Dari jauh mereka mematung, mengunci cemas diam-diam.
Menontonku tersandung
sampai aku tahu cara membalut kakiku sendiri.
Purbalingga, 8 Maret 2026
Isna Putri Alifah
RUTE KEPULANGAN
Riuh kota sengaja ditanggalkan di ambang pintu.
Begitu tatapan berlabuh pada lengkung senyum itu,
jarum jam mendadak sepakat untuk melambatkan putarannya
Lelah yang semula menumpuk di atas bahu,
luruh perlahan menyentuh lantai kayu.
Tak ada lagi yang perlu disembunyikan dari kerasnya hari
sebab dekap ini telah menjelma satu satunya ruang aman,
meredam segala letih menjadi tenang yang paling utuh
Angin di luar sana boleh saja meributkan dedaunan.
Namun di ruangan ini, cuaca dirawat sedemikian rupa
mengubah sebuah tatap menjadi satu satunya alamat untuk pulang
Purbalingga, 12 April 2026
Farizal Rafiq Irfansyah
NEGERI YANG PANDAI BERPIDATO
Di negeri ini
kata-kata tumbuh lebih subur daripada padi.
Pidato dipanen setiap musim,
namun lumbung-lumbung tetap menyimpan gema lapar
Mimbar-mimbar berdiri seperti menara doa,
tinggi, megah, dan penuh janji yang berkilau.
Tetapi di bawahnya
rakyat belajar mengeja kenyataan dengan perut kosong
Ada tangan-tangan yang sibuk menulis masa depan,
dengan tinta yang dicampur kepentingan.
Dan sejarah diam-diam mencatat
bahwa suara paling keras
sering kali lahir dari hati yang paling jauh dari luka
Sementara itu
seorang anak menghitung bintang di langit malam—
bukan karena ia mencintai astronomi,
tetapi karena listrik di rumahnya kembali padam
Purbalingga, 13 Maret 2026
Tazkiyatun Niha, lahir di Cilacap pada 11 Desember 2006. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Lomanis. Setelah itu, melanjutkan ke SMP Masyithoh Kroya sambil menimba ilmu di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya. Pendidikan menengah atas diselesaikan di MAN 1 Cilacap. Saat ini, ia sedang melanjutkan studi di UIN Saizu Purwokerto, dengan mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Sayid Jafar Amir, lahir di Cilacap tanggal 9 September 2006. Ia menempuh Pendidikan dasar di SDN Karangsari 02, dan setelah itu menempuh melanjutkan pendidikannya di SMP N 1 MAOS. Setelah menyelesaikan masa smp, ia melanjutkan sekolahnya di MA Ma’arif Kutawaru Cilacap Tengah. Kini ia sudah selesai menempuh Pendidikan di madrasah tersebut, dan sekarang ia sudah berada di bangku perkuliahan semester 2 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Isna Putri Alifah merupakan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
Farizal Rafiq Irfansyah, lahir di Kota Banjar Negara 21 Juni 2007. Ia menempuh pendidikan dasar di MI Muhammadiyah Losari, Kecamatan Losari, Kabupaten Banyumas. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Muhammadiyah Rawalo, Kabupaten Banyumas dan melanjutkan kembali pendidikannya di SMA N 1 Rawalo. Saat ini, Farizal Rafiq Irfansyah sedang menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswa di UIN Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
