Niswa Fathin Aqilah
HUJAN YANG SINGGAH TANPA NAMA
ada pertemuan yang datang
seperti gerimis halus di ujung senja
tanpa kilat yang menggetarkan langit,
tanpa suara yang menuntut makna
ia jatuh pelan, hampir tak terasa
meresap ke tanah yang sama berulang-ulang
hingga diam-diam
akar-akar perasaan menemukan tempatnya tumbuh
dan ketika hujan itu reda
bumi masih menyimpan lembapnya
seolah pernah ada musim yang singgah
lalu tinggal diam-diam di ingatan tanah.
Purbalingga, 11 Maret 2026
Rizka fa’dilah
YANG TETAP ADA
Rumah bukan hanya dinding dan atap,
bukan sekadar tempat tubuh menetap.
Ia adalah suara yang memanggil nama,
hangat yang menyambut tanpa tanya.
di sana lelah boleh runtuh,
air mata tak perlu disembunyikan utuh.
ada peluk yang tak meminta alasan,
ada tenang yang lahir tanpa penjelasan.
Rumah adalah rasa yang tinggal,
meski langkah pergi berkali-kali menjauh.
Ia tak pergi saat dunia berubah,
tetap ada, meski waktu beranjak.
sebab pulang bukan soal tempat,
melainkan tentang siapa yang tetap.
Purbalingga, 10 April 2026
Nurul Andini
JEJAK WANGIMU
ada yang tertinggal di antara napas malam,
bukan suara, bukan bayang melainkan wangimu
yang diam-diam menjelma
kenangan.
Ia singgah di lipatan waktu,
di sela detik yang enggan berlalu,
menyusup lembut ke dalam dada
tanpa pernah meminta izin.
aku mencarinya pada angin,
pada hujan yang jatuh perlahan,
pada sunyi yang terlalu akrab
namun ia selalu lebih dulu menemukan aku.
jejak itu tak pernah hilang,
meski langkahmu telah jauh,
karena wangimu bukan sekadar hadir
ia tinggal,
dan diam-diam menjadi rumah.
Pubalingga, 16 april 2026
Mukhamad Khasan Ismail Fatkhu Rizqi
KEHADIRAN
kau datang tanpa bunyi,
seperti embun yang memilih daun
tanpa pernah memberi tahu pagi.
tak ada janji yang kau tanam,
namun akar-akar tenang tumbuh
di ulang-retak waktuku,
dan keheningan yang dulu menggema
perlahan menjadi rumah.
kau tak selalu terlihat
seperti bulan di balik awan,
namun laut di dadaku
tetap dipasang olehmu.
kini aku mengerti,
tak semua yang tinggal harus menetap,
karena kehadiranmu
adalah jejak yang tak pergi,
meski waktu terus berjalan.
Purbalingga, 13 April 2026

Niswa Fathin Aqilah, lahir di Tegal pada 21 November 2006, ia tumbuh dengan semangat belajar yang tinggi. Ia mengenyam pendidikan di Al-Ihsan Islamic Elementary School Jakarta, kemudian melanjutkan ke MTs Ma’hadut Tholabah Babakan, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan di MAN 1 TEGAL. Perjalanannya berlanjut di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Dunia komunikasi dan tulisan menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan gagasan dan nilai-nilai kehidupan. Baginya, kata-kata memiliki kekuatan, sehingga ia berpegang pada prinsip, “Take a risk, or lost the chance.”
Rizka fa’dilah merupakan mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purbalingga kampus 2
Nurul Andini, ia saat ini sedang menempuh pendidikan di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purbalingga kampus 2 jurusan KPI
Mukhamad Khasan Ismail Fatkhu Rizqi adalah mahasiswa jurusan KPI di kampus UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purbalingga kampus 2
