Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Puisi

Puisi-puisi Nafilatul Zulfa

Admin by Admin
11 Agustus 2026
0
Puisi-puisi Nafilatul Zulfa
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

MAMA

Entah peluh ke berapa

yang luruh di sepanjang aspal

Sembari menggendong bayi merah

menjual sisa tenaga untuk sebotol susu hangat

Kaki terkelupas, tercecer di jalan

tapi punggung tetap teguh

Seolah peluh hanya keluh

Bayi itu sesekali membuka mata

juga tertawa ketika digelitik terik

tak tahu ibunya sedang mendirikan istana

dari rupiah yang dihitung dengan doa

karena di gendongannya ada harapan

yang harus selalu ia bawa pulang

dengan senyum yang ia pinjam—

dari surga.

Pekalongan,  14 April 2026


DENYUT CANTING

Sejak matahari menyentuh pelupuk pagi

Aku telah bersiap menoreh kain

menahan panas dengan tangan sabar

menulis harapan di mori membentang.

Pola-pola menuturkan budi pekerti

Bertumbuh di undak-undak akulturasi.

Dahulu, aku tak mengenal corak

hingga Keraton menyapa hangat pendatang Eropa

Bunga berlomba-lomba mekar

bersama burung gemilang,

Lilin-lilin mulai bernyala

menggandeng motif-motif

yang singgah di pelabuhan.

Dari gurat Encim

Kupinjam degup merak

Dari Buketan, bunga-bunga saling berkelindan

Menoreh keyakinan

Dari Jlamprang yang sukar ditebak

Kutegaskan makna tafsirnya.

Kepada mentari pintu hari,

Aku memulai torehan janji

Menulis ulang karakter bangsaku,

“Dengan lilin panas membara

Berpijar semangat juang

Kutenun jati diri Indonesia”.

Pekalongan, 25 Juli 2026


BISIK SINTREN DARI PESISIR

Gending berdendang merayu malam

bibir Laut Utara menyecap legenda yang tenggelam

Kemenyan melangitkan doa di sela-sela napas Dewi Lanjar

menggumamkan mantra rindu melalui pawang

Syair keramat berulang, laksana ombak tak bosan memeluk pantai

menuntun harum nurani ke Rumah

yang menjamu tamu ramah.

Berpasang-pasang mata mendamba khusyuk

Seluruh Kalisalak bersimpuh bagai kaki lumpuh

memuja waktu agar berhenti di ufuk

Pamiarsa berebut terhanyut

bersama tangan yang mengalir dari ukel Sampur kuning

membawa cerita-cerita yang tak mengenal akhir

Kacamata hitamnya percaya diri,

melawan arus duniawi

Dan tembang menyampaikan petuah

Dalam lantunan syair religi.

Lalu keping demi keping logam menampar fatamorgana

Ambruk—bukan karena rapuh

tapi teringat dawuh Ibu

“Jangan pernah ingin merampas buana

Ia hanya sebatas kurungan—yang singgah

dan kita hanya menari dalam permainannya”

Di setiap bisik pasir Kalisalak  

kepada gema Turun Sintren

Aku akan terus memburu napas selendangnya

Meresapi akar-akar petuah

Hingga lalai kehilangan ruang

karena—

Bangsaku tak boleh terbuai

oleh ombak fana Jagat Raya.

Pekalongan,  2 Mei 2026

HANYA KEPADA MALAM

Aku adalah bintang

Hanya kepada malam, berbinar.

Aku adalah bintang

Yang luruh saat fajar datang.

Hanya kepada malam

bintang menghamparkan cahaya

lalu ketika malam meninggalkan cakrawala

tinggallah aku sesenggukan.

Pekalongan, 23 Juli 2026

COKELAT KEMENANGAN

Kusebut cokelat kemenangan

Buah juang dari hari kenangan.

Namun kenangannya justru tertinggal

tak kubawa pulang

Hanya kemenangan—

yang masih tertatih di sepanjang jalan.

Pekalongan, 23 Juli 2026


SEBERAPA AKURAT

Hujan menahanku di gerai pecandu kopi

Menyesap vanilla latte

Menyantap kue coklat dan gulali

Namun lidahku bak merindu—

rasa apa yang kutunggu?

Ternyata  di lengkung bibirmu

Jawaban rasa manis itu

Ku lanjutkan latihan matematika 

Memecahkan rumus-rumus tiada sukar

seperti sudah akrab dalam benak.

Sayangnya aku masih terheran,

Rumus apa yang Tuhan ciptakan

untuk mendesain paras tampanmu.

Sedang benakku yang lain masih berkelana

di buku sejarah

Meneliti satu persatu ilmuwan 

yang jeniusnya tak terkalahkan

dan aku diam-diam membandingkan,

kecerdasanmu bahkan tak melampauinya

tapi mengapa seluruh sumbu otakku hanya berpusat

pada gagasan lugumu.

Aku memilih berhenti mengerjakan tugas-tugas

Agar esok, waktu masih mengizinkanku

menghitung seberapa akurat

lengkung bibirmu melumpuhkan saraf-sarafku

sehingga aku bisa mencipta rumus

cara mengelabuimu

dengan gagasan cintaku.

Pekalongan, 7 April 2026

SENIN MALAM INI

Senin malam ini

berhujan rintik-rintik

membasahi runguku

yang mencari-cari bunyi

bukan langkah serangga

juga bukan dengkur burung

namun dering dari nama

yang sudah lama tak muncul

di telepon genggamku.

Pekalongan,  27 Juli 2026

Riwayat Penulis

Nafilatul Zulfa lahir di Banjarnegara, 25 Agustus 2009. Saat ini, ia merupakan siswi kelas XII MAN 1 Kota Pekalongan yang memiliki ketertarikan pada bidang cipta puisi.

Kecintaannya terhadap puisi mulai tumbuh ketika mengerjakan tugas akhir kelas X berupa antologi puisi yang dibimbing oleh Bapak Najibul Mahbub. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan kemampuan dalam merangkai kata dan menuangkan gagasan melalui puisi. Ketekunannya kemudian membawanya meraih Juara 2 FLS3N tingkat Kota pada tahun 2025 dan Juara 3 FLS3N tingkat Provinsi pada tahun 2026.

Dalam proses berkarya, ia memegang prinsip, “Tidak ada proses yang mudah untuk hasil yang indah.” Baginya, setiap kata yang ditulis adalah bagian dari perjalanan untuk terus belajar dan berkembang.

Ke depannya, ia berharap dapat terus bertumbuh dalam dunia kepenulisan, menulis kata demi kata, merangkai puisi, dan terus berkarya tanpa henti.

Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

12 Juni 2022
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In