Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Puisi

Puisi R. Ari Nugroho

Admin by Admin
2 Desember 2021
0
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

 


 


DAYA PIKAT IKLAN

 

Ketika tubuhku dikenai cahaya

yang membayang adalah iklan kecantikan;

rambutku
nuntut diluruskan

wajahku
merajuk agar dipoles ke-Barat-baratan

 

Tubuh kubawa
jalan

di pertigaan
lampu merah,

aku ditarik
baliho megah

“Sudahkah
kamu cantik hari ini?”

 

Aku pun
bercermin di depan televisi

Selepas
membuka baju compang-camping

Aku ingin
tubuhku berkata jujur

setelah
dituduh iklan tak teratur

 

Dengan mode
senyap ia berkata;

Cantik itu
cedera!

 

Jejak Imaji,
Oktober 2020







SEBUAH PAMERAN KEPINTARAN

 

Sudah sejak balita aku pintar

Diriku dilahirkan dari tangkapan kamera dan layar

Sedikit saja aku nangis dan pamer gusi, mendulanglah
jempol dan komentar

Kata-kata dan polahku tersusun baik dalam algoritma

Mulutku berubah seperti mesin fotokopi

menggandakan kata-kata menjadi apa saja

Hatiku bisa diatur secara daring dan luring

suatu ketika bisa mengkhidmati segala yang kasatrasa

pada lain ketika aku mengiba pada yang cacatrasa

 

Ketika arah kehilangan jalan

dan ustadz kelupaan ayat, jariku jadi penunjuk.

Dari perempatan kau belok kanan menuju Kebenaran,

lalu belok kiri jalan terus sampai di Kebetulan.

Apabila menemukan Jalan Buntu

aku bisa membawamu kembali ke titik keberangkatan.

 

Tapi, setelah aku diajari bahwa mandi adalah
pakpung

dan makan ialah maem,

Setelah guru-guru bilang bahwa sejarah berwarna
hitam-putih

dan ditulis oleh pemenang,

Setelah menyaksikan pikiran para pemimpin

yang sesat pikir saja belum

dan pamer isi rekening,

entah kenapa aku jadi bodoh

 

Jejak Imaji, Oktober 2020



 




ADA VIRAL APA HARI INI?

 

Orang-orang menyesal hari-hari telah lewat sekadar jadi
kemarin

Mereka mencari hari berbeda dalam perasaan yang sama

Mereka sengaja meluangkan waktu;

Ketika perjalanan menuju kerja

di tengah gegas padat roda, saat-saat rapat,

dan di sela mengunyah roti

bahkan ketika waktu terpejam, mata tetap terjaga

 

Mereka saling bercermin

memantulkan bias-bias peristiwa heboh, bombastis, dan
penuh sensasi

dalam bingkai mata maya

Dengan berpijak pada praduga, pikiran tergeletak begitu
saja

ditinggal oleh hasrat yang menjerat

 

Berita susul-menyusul

cuitan diperjualbelikan

mengikis ingatan dengan trending

Hari ini adalah segalanya

sementara yang lalu absen belaka

 

Orang-orang menyesal hari-hari sekadar jadi kemarin

sedang sejarah dijarah oleh hari ini

 

Jejak Imaji, Agustus 2020

 



 



KENANGAN DIGITAL

 

Suatu pagi, saat aroma arunika menguar lewat jendela

Aku dikagetkan pemberitahuan foto di Beranda

Lima tahun lalu, aku sempat membunuh sepi.

Apakah kamu ingin mengulanginya?

 

Seorang netijen berseloroh;

Waktu itu kau salah tikam,

Yang mati adalah riuh

Aku saksikan kenangan lebih cerdas

daripada ingatanku

 

Aku tak mampu melewati waktu

walau itu sejengkal

Namun, aku tak sendirian

 

Setiap netijen yang pernah berbagi kenangan

bernasib seperti penyair;

seolah-olah dirinya paling nahas

Padahal kau tinggal ketik keyword

di mesin pencarian

tak ada yang istimewa

di bawah langit-langit kamar gema.

 

Jejak Imaji, 2021








SETELAH KEHILANGAN, AKU NOT
FOUND

 

Beberapa hari setelah tali pusarku kering

Aku ditandai oleh negara

sebagai warga negara yang harus taat kepada kepala

Agamaku Pasar, kitabku Data

mungkin warisan orangtua

yang entah dapat dari mana

 

Tanpa melapor, negara tahu aku di mana

sedang membeli apa, dan menjual apa.

Aku belok ke kiri, mereka mengarahkan ke kanan

aku bilang Okay, mereka mesem-mesem dan cekikikan

 

sebagai warga negara, sebenarnya aku ingin

menggunakan hak suara

memilih kepala baru

dan mengganti otaknya dengan kecerdasan buatan

yang lebih mutakhir

 

Sebelum semua itu terjadi

aku tak lagi ditemukan

entah di dalam kartu atau di tempat lainnya.

 

Jejak Imaji, 2021



 

 

Tentang Penulis

 


R. Ari Nugroho lahir di
Magelang. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad
Dahlan angkatan tahun 2011 dan Magister Sastra di Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2018. Buku Jacques Rancière dan Subjek Politik
’65
(2021) adalah buku pertamanya. Sekarang bergiat di Kelompok Belajar
Sastra Jejak Imaji dan bekerja sebagai editor di Jejak Pustaka. Sesekali ‒jika
menemui kegelisahan‒menulis esai dan resensi di media daring. Sekarang tinggal
di Seyegan, Sleman. Bisa dihubungi melalui IG: r_ari.nugroho.

Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

15 November 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In