Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Puisi

Puisi-puisi Aris Setiyanto

Admin by Admin
24 Januari 2023
0
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

YANG PERTAMA

 

aku
mengimani yang pertama

biar
bagaimanapun, yang kedua dan ketiga

tidak
akan pernah terjadi jika yang pertama

tidak
pernah ada

mayat-mayat
bertumpukan

di
antara kepulan

mayat-mayat
mulai bertumpukan

ketika
mereka turun ke tanah lapang

mengapa
tak terima kekalahan satu hari?

bukankah
kekalahan itu yang nantinya akan membesarkan kita?

hari
itu akan tiba

perkumpulan
kian besar

duka
mengenang hanya berlangsung dalam hidup ibu

ia
hanya mengerti bahasa membenci

dan
kebencian entah bagaimana mengekalkan dendam.

 

2022



AWALNYA

 

aku
mulai berkata kasar sejak bertemu wadam ini,

sejak
tersesat di persimpangan,

sedang
ia mempersalahkanku atas hal itu

sejak
aku membawanya ke gerbang pujasera

sementara
aku justru turun dari daun

sejak
ia tidur di ranjang mungilku

dan
tak dapat diam

juga
mendengkur lebih dahulu

karenanya
aku memutuskan lantai sebagai kekasih

malam
itu, meski tak terbalas

ia
akan menamakan dirinya begitu karib

ia
akan mengambil apapun, sandang pangan

ia
akan mengembalikan hanya setelah aus dan tak layak

sejak
ia selalu berada di perawanan

dan
aku masih merangkak di daratan

sejak
aku membatalkan rencana-rencana

dan
ia menyebutku anjing, menyebutku babi

hanya
karena api di sepasang matanya

ia
selalu melihat dengan api itu

dan
api selalu melihat kecacatan

ia
tak pernah melihat dengan hati

atau
tak lagi berhati

sejak
ia menyuruhku hidup sekaligus mati

sejak
ia menyuruhku sabar sekaligus terus mengejar

sejak
ia membeli lukisan-lukisan dari kota sedang aku, sahabatnya ini, seorang
pelukis

sejak
ia membandingkan nasibku dengan nasibnya.

 

2022





ALASAN TIDUR

 

ia
tak dapat menemukan alasan,

mengapa
ia harus tidur?

bangun
pagi-pagi sekali

tidak
ada tubuh yang musti direbahkan

agar
lelah lekas terimpit dan kegerahan

apalagi
saat menyerang telinganya dengan kata

 

bangun
tidur nanti,

ia
membasuh hatinya dengan wudu

ia
akan berangkat kembali, menjelangi.

 

2022





CETAKAN PERTAMA

 

si
penulis mencetak buku berlebih

dan
berpikir seseorang mungkin akan membelinya

ia
akan lebih sering mengemas

pergi
ke jasa pengiriman

dan
memperoleh uang

yang
tak seberapa karenanya

sebelum
bersua anai-anai

jangankan
cetakan ketiga

cetakan
kedua saja

belum
pernah ditempuhinya.

 

2022





CETAKAN KEDUA

 

—setelah
saling dibicarakan

 

dalam
satu ruang

kerumunan
nyaris menyayat nafasku

orang-orang
ini berbaris

akulah
pemberi goresan

betapa
malang mataku

ia
selalu menangkap lengkung senyum

ketimbang
air mata haru

sedikit
saja kata-kata

mampu
membuat buku itu jadi berharga.

 

2022





CETAKAN KETIGA

 

wujudkan
yang pertama

lalui
yang kedua

jika
sudah, akan kubuka buku ini.

 

2022





ISI HATI WANITA

 

lalu
aku tidur dengan beberapa lelaki

dan
kau tak pernah tahu

aku
hanya mencintai mereka-mereka yang lebih tua

dan
kau tak pernah tahu

aku
tak di mana-mana saat berkata ‘aku tak di rumah’

dan
kau tak pernah tahu

aku
merasa di dalam kungkungan, sekalipun aku berada di ranjang

dan
kau tak pernah tahu

aku
nyaris gantung diri saat kau menyebutku pengangguran

dan
kau tak pernah tahu

 

aku
menangis di dalam hati,

bagaimana
setiap aku mengunjungi rumahmu

dan
kau mengejawantahkan presentasi keberhasilan itu:

lemari-lemari
kayu, dinding marmer,

cawan-cawan
emas, setumpukan sutra,

dan
gandum, dan jagung,

dan
anggur,

aku
dan ibumu berada di antara kerinduan

pada
anaknya, pada (mantan) sohibnya,

 

dan
kau tak pernah tahu.

 

2022





BERSIKAP JUJUR

 

aku
sebenarnya tidak bekerja

tapi
tak mengindahkan tawaran

tampil
di radio dan televisi,

perkenalkan
kekasih sejatiku, puisi

apalagi
pulang dengan tangan kosong

di
saat-saat seperti inilah

aku
tersadar bahwasanya puisi hanya kata-kata belaka

bahwa
keindahannya hanya angan

yang
bagus akan mendapatkan surat

:
penolakan, sedang

yang
membosankan akan ditampilkan di koran-koran.

 

2022





UPAYA MEMANGGUL
CANGKUL

 

aku
tak sedang menukar ibadahku

dengan
obrolan

aku
mengobrol setelah upaya

memanggul
cangkul

begitu
banyak kehidupan di pekuburan

bahkan
kenangan

namun
pelangi tercipta dari rahim cerita

kau
tak akan paham

betapa
indahnya pelikan

sampai
kau terbang bersamanya.

 

2022





Tentang Penulis

       Aris Setiyanto lahir 12 Juni 1996. Karyanya termuat di media daring maupun
cetak.

 

 

Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

15 November 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In