Nama Cinta
Selamat tinggal kenangan
Siluet berbaris meluas namun tak akan bertemu
Berharap ringan mencari pemandangan
Membuat satu janji
Memanggil satu sama lain nama itu, hanya milik kita
Mari kita bagikan kegembiraan, sesuatu untuk
kita
Memastikan dengan kata-kata masuk akal bagi kita
Saling
merangkul rasa sakit, saling merasakan
Di belahan dunia ini, di manapun berada
Jika kita bisa bertemu di masa depan
Jangan lupakan tentangku, tentang kebenaran
Selamat malam dunia
Siapa pun kecuali kita tidak perlu tahu
Waktu, tolong berhenti
Aku mencengkeram tangan dinginmu
Mimpi yang belum selesai, bayangan suram
Semua hadir dalam nama cinta
Siluet berbaris meluas namun tak akan bertemu
Berharap ringan mencari pemandangan
Memanggil satu sama lain nama itu, hanya milik kita
Mari kita bagikan kegembiraan, sesuatu untuk
kita
Memastikan dengan kata-kata masuk akal bagi kita
Saling
merangkul rasa sakit, saling merasakan
Di belahan dunia ini, di manapun berada
Jika kita bisa bertemu di masa depan
Jangan lupakan tentangku, tentang kebenaran
Selamat malam dunia
Siapa pun kecuali kita tidak perlu tahu
Waktu, tolong berhenti
Aku mencengkeram tangan dinginmu
Mimpi yang belum selesai, bayangan suram
Semua hadir dalam nama cinta
Banjarnegara,
18 Mei 2023
18 Mei 2023
Mereka Kembali Lagi
Membidik malam dalam satu tembakan
Senapan milik siapa gerangan?
Riuh ribut jerit memecah keheningan malam
Apa akan terjadi pertumpahan
Ataukah hanya khayal fikiran
Setelah sewindu tak temu kini datang bertamu
Membuka pintu gelisah tuk merindu
Mengurung diri menyelamatkan diri
Kini keadaan tak bisa melibatkan hati
Berlari atau diam diri
Menunggu malam
menjemput pagi
Berdzikir memenuhi bibir hingga kering berseri
Cepatlah pergi, cepatlah pergi
Hanya satu nyawa harga milik diri ini
Ya Tuhan, selamatkan dan panjangkan umur hamba kali ini
Membidik malam dalam satu tembakan
Senapan milik siapa gerangan?
Riuh ribut jerit memecah keheningan malam
Apa akan terjadi pertumpahan
Ataukah hanya khayal fikiran
Setelah sewindu tak temu kini datang bertamu
Membuka pintu gelisah tuk merindu
Mengurung diri menyelamatkan diri
Kini keadaan tak bisa melibatkan hati
Berlari atau diam diri
Menunggu malam
menjemput pagi
Berdzikir memenuhi bibir hingga kering berseri
Cepatlah pergi, cepatlah pergi
Ya Tuhan, selamatkan dan panjangkan umur hamba kali ini
Banjarnegara, 26 September 2021
Riwayat Penyair
Evita Putri Lestari, lahir di Banjarnegara, 14 Februari. Bertempat tinggal di Danakerta Rt 1 Rw 5, Punggelan, Banjarnegara. Saat ini Evita tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto pada program studi Bimbingan Konseling Islam. Evita dapat dihubungi di nomor telepon 085385242809, email: evitaputri718@gmail.com, instagram: eviitaka. Motto hidupnya adalah Believe of Power Mind.