Sumur Kering
tergali dengan peluh
dalam namun kosong
airnya mengering
gersang sebab hujan lama tak menjatuhkan diri
seorang anak kecil berteriak ke dalamnya
suaranya menggema sama
ia menganggapnya sebagai jawaban
nyatanya ia hanya mendengar suaranya sendiri
sumur itu telah berlumut
tua sebab waktu terus beringsut
kusam sebab tak ada usap yang mengurut
dingin seluruhnya
berlapis lara dan kalut
Bandung, 28 November 2019
Seekor Kucing
seekor kucing berlarian
mencoba menggapai
kupu-kupu yang terbang
di atas kepalanya
mengusik santap siang yang khidmat
mengganggu dengkur yang pekur
ia pikir kupu-kupu itu cantik
indah
megah
tapi luput ia pahami
kelak sayap-sayapnya
robek tercabik
saat jemarinya
berhasil menangkapnya
Purwokerto, 18 November 2025
Tujuh Hari
sepiring nasi menjelma kerikil
yang tersendat
di lorong napasku
sekerjap tidur menjadi mimpi buruk
yang ditakuti oleh
anak-anak kecil
di dalam tubuhku
mereka mencari selarik “apa kabar, nak?”
haus pertanyaan “sudah makan, nak?”
merobek-robek kain hitam
dalam rongga dadaku
untuk sekedar menemui “mama masak sambal goreng kentang dan hati,”
tujuh hari
tak juga kudengar kabar itu
kakiku berang menerobos macet
tas kosong tak kuisi apapun
hanya haus dan dahaga
akan wajah dan tubuhmu
dan begitulah Tuhan memberikan
tujuh hari
untukku dan untukmu
melebur temu
demi sebuah pamit
yang ditutup dengan
“laa ilaaha illaallaah,”
Purwokerto, 25 November 2025
Terumbu Karang
sebatang terumbu
diciptakan Tuhan
menaungi siapa pun
yang singgah di sisinya
ikan-ikan kecil petak umpet
di sela rerongganya
ombak turut menitipkan lelahnya
di sela dindingnya
semua bergantung, semua bersandar
di suatu malam
jauh dari dengkur makhluk-makhluk kecil itu
terdengar retak kecil
yang tumbuh dari lelah
dan timbul akibat deras debur ombak
yang menimpa tubuhnya
ia kuat,
kata anjinglaut
ia kokoh,
ucap rumputlaut
tetapi sekali sentuh,
roboh bangunan
yang sejatinya renta
dan ingin merebah itu
Laut mendengar,
segala suara
yang bahkan tak terdengar oleh
hati kecil terumbu karang
bahwa ia
butuh terlelap, sejenak
Purwokerto, 25 November 2025
Lapor Pak
lapor pak,
anakmu sudah makan
anakmu sudah tidur delapanjam
anakmu sudah membaca duapuluh halaman
lapor pak
anakmu sudah sembahyang
anakmu sudah nderes
anakmu masih mengingat Tuhan
lapor pak
anakmu sudah khatam melarat
anakmu kelar menafakuri priyatin
anakmu yakin dijamin Al Mu’min
tapi pak
anakmu rindu
disuap dipeluk
oleh hangat doa-doamu
dan kasih nyatamu
Purwokerto, 25 November 2025
RIWAYAT PENYAIR
Suci Wulandari, lahir 23 Mei 2000. Suci merupakan alumni dari program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Suka menulis, melukis, musik, buku, dan biasa menyalurkan isi kepalanya di blogger (dulu) dan medium (sekarang). Motto hidup: kenali, pelajari, adaptasi. Kalau tetap ndak bisa adaptasi, pergi. :v
