Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Esai

Diawali Membaca Novel

Admin by Admin
19 Januari 2026
0
Puisi-puisi Kanz Makhfiy Herudian
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

(Heru Kurniawan)

Selalu ada pertanyaan bagaimana cara membiasakan membaca buku? Pertanyaan yang diungkapkan oleh banyak orang yang tidak suka membaca. Atau, sedang berusaha untuk biasa membaca. Pertanyaan yang selalu berakhir diplomatis-tragis karena setelah dijawab dan dijelaskan panjang lebar pun tak berdampak apa-apa. Yang bertanya, hanya manggut-manggut sok paham, tapi pada akhirnya hanya berhenti di ruang diskusi saja. Menguap di ruang aksi sehari-hari.

Begitulah kenyataannya. Membaca hanya asyik dan seru saat jadi topik bahasan dan perbincangan, tapi selalu sepi dalam kehidupan sehari-hari. Ini merefleksikan kenyataan diri kita sendiri yang begitu hebat dalam ruang debat, tapi tak punya komitmen kuat untuk membaca di setiap saat. Buktinya, kita selalu seru dalam gegap gempita gerakan membaca, tapi sepi dalam aksi membaca setiap harinya. Saat ada gerakan membaca seakan-akan semua orang adalah pembaca buku yang hebat, tapi sesungguhnya kita adalah orang tanpa aksi membaca yang kuat. 

Ini sama seperti yang terjadi dalam ruang-ruang pendidikan. Para pendidik berapi-api mengajak peserta didik membaca, tapi sesungguhnya yang bersangkutan pun jarang bahkan malas membaca. Bahkan, sekalipun menggebu mengajak peserta didik membaca, tapi gagap dalam menceritakan atau membahas buku yang dibaca karena memang tidak ada buku yang selesai dibaca. 

Tidak heran jika gerakan membaca di mana-mana, tapi indeks membaca dan literasi kita segitu-gitu saja. Sebabnya, karena memang kita lahir dalam budaya diplomasi ajakan, gerakan, dan kebanggaan, tapi sangat kurang dalam ketekunan memahami kata-kata yang merefleksikan ilmu pengetahuan. 

Barangkali inilah gambaran dunia membaca kita saat ini. Ramai gerakan membaca. Marak ajakan dan promosi. Seru dengan mendirikan banyak perpustakaan dan taman baca. Tapi, sepi dalam membaca. Membaca teralienasi dalam ruang-ruang yang sepi dan sunyi. Ruang yang tak disukai dan dianggap tidak penting. Ruang tunggu yang hanya seru jadi ornamen di ruang khusus. Tanpa pengunjung dan peminjam. Tanpa pembaca karena yang menggerakkan pun bukan pembaca yang jagoan. Hanya ahli orasi dan diplomasi semata. 

Dari sini, kesadaran untuk menekuni membaca penting untuk dibangun dalam diri kita sendiri. Bisa melalui gerakan yang menghanyutkan kita di dalamnya. Atau, dalam kesadaran dan komitmen sendiri. Salah satu jalannya dengan memulai membaca novel atau cerita. Kita pun bisa belajar pada anak-anak. Saat mereka bisa membaca, maka bacaan yang mereka sukai adalah membaca cerita. Cerita menjadi sarana untuk melatih keahlian dalam membaca. 

Tidak hanya itu, cerita juga menjadi ruang untuk membangun kesukaan terhadap membaca. Sebabnya sederhana, dalam cerita ada dunia yang menyenangkan. Dunia penuh hiburan yang memberikan pemahaman bahwa membaca itu asyik dan mencerahkan. 

Dari sini, anak-anak pun mempersepsi bahwa membaca adalah aktivitas yang menghibur. Aktivitas yang harus selalu ada setiap harinya. Aktivitas yang harus diperjuangkan demi kesenangan. Lalu, aktivitas membaca cerita menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang berdampak pada pengembangan kemampuan kognitif dalam mempersepsi kehidupan melalui cerita. Kekuatan dan ketangguhan kognitif pun terbangun dengan kokoh pada diri anak-anak yang suka baca cerita. 

Seiring dengan semakin banyaknya buku cerita yang dibaca, akan berdampak pada peningkatan kecerdasan, pemahaman dan pengalaman literasi, hingga pertumbuhan diri yang menakjubkan. Pelan-pelan anak yang suka membaca cerita tumbuh menjadi pembaca yang ahli. Tidak hanya terbiasa membaca, tetapi mampu memahami bacaan dengan baik, mampu mengungkapkannya dengan mumpuni, dan mampu merefleksikan dengan bijak. 

Untuk itu, seharusnya kita sebagai orang dewasa pun belajar dari hal ini. Mulai belajar pengalaman membaca dengan membaca cerita, terutama novel. Novel bisa jadi sarana untuk membangun kebiasaan membaca. Kebiasaan dalam mendapatkan hiburan melalui membaca. Kebiasaan yang jika diperjuangkan terus akan membentuk kita menjadi individu yang suka membaca dan berdampak pada peningkatan intelektualitas kita. 

Dengan cara ini, gerakan membaca bisa mendapatkan maknanya karena diiringi dengan aksi. Aksi membaca yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Di sinilah momentumnya: mengubah gerakan tak sekadar ajakan kesombongan semata, tapi konkret semuanya terlibat aksi membaca, dan novel bisa jadi buku yang penting dalam mengajari kita membaca secara berkelanjutan. 

Keseriusan dan keberlanjutan dalam membaca novel selalu merefleksikan orang-orang yang suka membaca. Terbiasa melakukan aktivitas membaca setiap harinya. Novel adalah buku yang akan mengajari kita tentang asyiknya membaca. Membaca untuk mendapatkan hiburan yang pada gilirannya membentuk dan membangun kebiasaan yang akan meningkatkan kualitas kita sebagai manusia yang pelan-pelan suka dan terbiasa dengan membaca.

Heru Kurniawan

Pembaca novel di Lembaga Kajian Nusantara Raya

Tags: buku novelMembaca novelmembangun diri
Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

15 November 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In