NIKMAT DARI TUHAN
Puitisasi Al-Qur’an (Qs. Al-Kautsar ayat 1-3)
Setiap hembusan nafasku
Ada kenikmatan, dari Tuhan yang tersebar melalui butir-butir udara
Aku hidup melalui seluruh ruang dan waktu
Seluruh nafasku milik Allah
Allah tempat kembali, tempatku bersujud
Maka, kucium bumi ini sehari 5 kali, dengan seluruh jiwa dan raga
Dalam sujudku
Dalam nafasku
Ada Tuhan yang memberikanku hidup
Sebagai rasa syukur atas hidup ini
Aku berkurban, mengikhlaskan diri
Sesungguhnya, aku mengikuti jejak-jejak Muhammad dan Ibrahim
Dari segala kenikmatan, yang telah Allah berikan tanpa putus di dunia ini
Aku buka seluruh hatiku
Melihat Ke-Agungan Allah
Dengan nikmat, di seluruh penjuru dunia
Purwokerto, 27 Oktober 2024
TUHAN YANG SATU
Puitisasi Al-Qur’an (Qs. Al-Ikhlas ayat 1-4)
Melalui puisi yang penuh do’a, kukatakan bahwa Tuhanku satu
Di antara hujan dan cahaya
Di antara langit dan bumi yang penuh jarak
Kukatakan Allah tempat meminta
Sungguh raga dan jiwa ini tak pernah memiliki daya apapun
Tapi, Tuhanku memiliki semesta yang begitu luas
Tak pernah tidur, hidup dalam diri-Nya sendiri
Allah yang tak beranak dan tidak diperanakan
Aku berdo’a dengan seluruh air mata dalam sujudku
Karna tak ada kekuatan apapun yang melampaui-Nya
Tak ada cinta apapun yang melampaui-Nya
Tak ada sesuatu apapun yang melampaui-Nya
Tak ada sesuatu yang setara dengan Dia
Pada sajadah ini
Aku bersujud
Aku bersimpuh
Dengan seluruh luka lara
Purwokerto, 27 Oktober 2024
CAHAYA FAJAR
Puitisasi Al-Qur’an (Qs. Al-Fajr ayat 1-30)
Cahaya fajar, cahaya yang membangkitkan dunia
dari kegelapan malam.
Mataku terbuka bersama semesta
yang menyentuh doa di cakrawala.
Dalam sepuluh malam yang penuh berkah
pohon-pohon berdzikir atas nama-Mu
memohon segala kenikmatan pagi
Pagi dalam bilangan genap dan ganjil
ada keadilan-Mu untuk semesta
bersama gunung-gunung yang menyeimbangkan bumi
agar burung-burung bernyanyi sejernih sungai
Demi malam apabila berlalu
dan dari kegelapan menuju cahaya
daunan yang bertasbih
mengingat atas kuasa-Mu
atas segala ujian dan kenikmatan
Tapi aku yang kehilangan akal
Seringkali tak tahu diri
Seringkali tak tahu malu
Dan merintih, “Tuhanku telah menghinaku”
Saat bumi dibenturkan dan dihancurkan
Wahai jiwa yang tenang
Kembalilah pada Tuhan
Pada cahaya pagi sebagai hamba-Nya
Purwokerto, 10 November 2024
HARI PEMBALASAN
Puitisasi Al-Qur’an (Qs. Al-Qori’ah ayat 1-11)
Waktu adalah kiamat yang berderit
pada setiap rongga jantungmu
Dan tahukah kau, apa itu hari kiamat itu?
Yaitu hari yang penuh dengan detak
Dadamu akan meledak
Orang-orang berlarian tanpa arah tak rupa bentuk
Dalam waktu itu,
gunung-gunung hancur berhamburan
menyerupai bulu yang diterpa angin
Dan saat itulah
hari pertimbangan, hari penentuan
di mana doa-doa tak lagi bisa diucapkan
Waktu akan abadi
Kita akan terkunci
Semuanya akan bersaksi
Atas masa lalu yang lalai
Purwokerto, 28 Januari 2025
RETAK DALAM DETAK WAKTU
Puitisasi Al-Qur’an (Qs. Al-Hijr ayat 80-85)
Kota Al-Hijr menjulang dalam doa,
batu-batu menjadi saksi keangkuhan,
telinga tertutup, mata dibutakan,
dari kebenaran yang diserukan Rasul
Angin senja mengguncang kota,
namun arah tak berubah,
sebab hati-hati terjebak bimbang
Gunung-gunung terluka,
bumi terhampar namun ternodai,
malam dan siang berjalan seimbang,
sementara manusia retak dalam detaknya
Di debu kehancuran,
kesombongan membakar diri,
yang kering menjadi abu
Mereka seperti kapal tanpa jangkar,
terombang di laut kesalahan,
tanpa pelabuhan yang tenang
Namun Aku masih menunggu,
mereka yang ingin kembali,
meninggalkan keangkuhan,
menuju jalan lurus dengan doa yang sejuk.
Purwokerto, 20 Februari 2025
Ngafiatul Fauziah, seorang mahasiswa berbakat dari FUAH UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri. Ia merupakan mahasiswa berprestasi UIN SAIZU pada bidang Sastra. ia merupakan peraih juara 1 dalam ajang Lomba Cipta Baca Puisi se-Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen).

