Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Esai

TUJUAN MEMBACA NOVEL

Admin by Admin
21 Januari 2026
0
TUJUAN MEMBACA NOVEL
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

(Heru Kurniawan)

Sebelum kita berusaha untuk membiasakan diri menjadi pembaca novel, maka persoalan yang muncul adalah apa tujuan kita membaca novel? Ini harus kita ketahui agar dalam membaca novel kita tidak salah arah. Kita tahu tujuan dan muaranya akan ke mana. Dengan tujuan yang jelas, maka aktivitas membaca novel pun akan fokus. Akan sampai pada tujuan yang telah kita tentukan.

Sering kali, kita tidak mau membaca novel karena tidak tahu tujuannya. Kita merasa bahwa membaca novel itu aktivitas yang sia-sia dan membuang waktu saja. Padahal, banyak tujuan yang bisa kita capai dalam membaca novel. Di sinilah, pada bahasan ini, akan diulas soal tujuan dalam membaca novel. Tujuan yang pasti jadi pondasi utama pembaca novel sejati. Individu yang setiap harinya tidak lepas dengan aktivitas membaca novel. Atau, calon pembaca yang sedang membiasakan diri membaca novel.

Untuk Kesenangan

Banyak pembaca yang intens membaca novel untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan. Tujuan kesenangan ini adalah tujuan paling mendasar. Sebabnya sederhana, kita tidak mungkin mau melakukan suatu kegiatan jika kita tidak menyukai atau senang atas kegiatan tersebut. Begitu juga dengan membaca novel. Individu aktif membaca novel karena aktivitas membaca novel itu menyenangkan dan santai, serta novel yang dibaca berisi hal-hal yang menyenangkan dan menghibur. Membaca novel pun dijadikan sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang dan untuk mendapatkan hiburan. 

Membaca novel membuat kita larut dalam berbagai rangkaian peristiwa yang disuguhkan novel. Kita masuk dalam dunia novel. Masuk dalam dunia yang penuh kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan yang disajikan dengan menarik dalam novel. Novel jadi medan petualangan perasaan yang menghasilkan hiburan yang menyenangkan. Menyenangkan dari aspek isi novel itu sendiri, serta menyenangkan dari aspek aktivitas membacanya yang santai. Di sinilah, pembaca novel adalah individu yang sudah merasakan asyik dan serunya membaca novel. Keasyikan yang membuat pembaca ini tidak mau menyia-nyiakan hari dan waktu luangnya dengan tanpa membaca novel. Novel adalah sahabat yang menghibur dan menyenangkan.

Tipe pembaca yang berorientasi pada kesenangan tampak pada pembaca-pembaca yang aktif membaca novel dengan tujuan untuk mengisi waktu luang, mendapatkan hiburan, dan menemukan pengalaman-pengalaman baru. Pembaca novel jenis ini aktif dalam membaca novel. Intens dan asyik dalam membaca novel setiap hari. Novel sudah dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan dan kesenangan yang tidak mau dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Novel layaknya seperti televisi, dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan yang menyenangkan dan pengisi waktu luang. 

Untuk Nalar Kritis

Lebih jauh lagi, ada para pembaca novel yang aktif membaca novel tidak sekadar untuk mendapatkan kesenangan, tetapi juga sampai pada untuk berpikir dan bernalar kritis. Di sini, membaca novel tidak hanya sekadar untuk menikmati setiap peristiwa yang disuguhkan dalam novel, tetapi juga sampai pada tingkatan mengingat, memahami, mengkritisi, hingga merefleksikan isi novel. Novel pun dijadikan sarana dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Melalui novel pembaca membangun kognitif dan nalar kritisnya. Membaca novel berarti berlatih secara intens dalam mengembangkan kemampuan berpikir: mengingat semua aspek yang diceritakan novel hingga mengkritisi isi dalam novel. Hasilnya, pembaca dapat melakukan penilaian dan refleksi atas novel yang telah dibacanya.

Membaca novel pun dijadikan latihan khusus yang intensif untuk mengembangkan nalar kritisnya. Pembaca berorientasi nalar kritis ini adalah pembaca yang mendalam. Membaca dengan tuntutan untuk bisa paham dengan isi novel secara menyeluruh. Membaca pun disertai dengan memberikan catatan penting. Tujuannya agar ingat dengan isi novel yang dibaca. Jika selesai membaca, maka pembaca ini akan bisa menceritakan kembali isi novel dengan baik. Paham dengan segala aspek atas novel yang dibaca. Paham dengan tokoh, alur, latar, tema, hingga nilai-nilai di dalamnya. Pemahaman yang baik inilah yang kemudian mengantarkan pada kemampuan untuk mengulas dan mengkrtisi novel yang dibacanya. Bisa memberikan penilaian dan masukan atas isi novel. Hingga mampu merefleksikan isi novel dalam konteks kehidupan personal dan sosialnya.

Jenis pembaca ini biasanya memiliki kepentingan kritis saat membaca novel. Misalnya, pembaca ini membaca novel untuk tujuan membuat sinopsis, mengulas, dan mengkritisi novel baik secara lisan maupun tertulis. Kita akan melihat ulasan-ulasan kritis terhadap novel yang disampaikan oleh pembaca kritis ini dalam bentuk tulisan di media massa atau sosial media atau ulasan secara lisan di youtube. Inilah pembaca novel yang bertujuan untuk nalar kritis. Pembaca ini setingkat lebih tinggi dari pembaca untuk kesenangan. Pembaja jenis ini adalah pembaca yang menyadari bahwa membaca novel tidak sekadar membaca, tetapi membaca untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar kritis melalui aktivitas mengingat kembali dan menjelaskan dengan baik novel yang dibaca, mengkritisi novel, hingga merefleksiakannya.

Untuk Berkarya Kreatif

Pembaca jenis ini menjadikan aktivitas membaca novel sebagai aktivitas penelitian. Membaca adalah proses mengumpulkan, menelaah atau mengkaji, dan menyimpulkan berbagai informasi yang ada dalam novel. Informasi inilah yang kemudian akan dijadikan data atau informasi penting untuk proses kreatif dalam membuat karya, yaitu novel. Pembaca yang berorientasi ini adalah pembaca-penulis. Penulis dalam membaca novel tidak hanya sekadar untuk mendapatkan kesenangan dan mengembangkan kemampuan berpikir. Membaca novel dilakukan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data dan informasi. Data dan informasi yang akan digunakan untuk menulis novel.

Membaca novel pun dijadikan sebagai sarana untuk belajar bahasa, imajinasi, isi dan materi, teknik dan gaya, hingga persoalan. Sarana-sarana yang kemudian akan diadopsi, diinovasi, hingga didiscoveri untuk bisa mendapatkan ide-gagasan dalam menulis. Ini adalah jenis pembaca kreatif. Pembaca yang memiliki tujuan kreatif dalam membaca novel. Novel dibaca dan dimaknai tidak hanya sekadar untuk kesenangan dan berpikir kritis, tetapi juga untuk menghasilkan karya kreatif. Pembaca jenis ini meyakini bahwa untuk bisa berkarya menulis novel, maka harus memperbanyak membaca novel. Para pembaca ini mengatakan bahwa penulis novel yang baik adalah pembaca novel yang baik. Tanpa membaca banyak novel, maka jangan berharap bisa menulis novel. Inilah pembaca yang membaca novel dengan tujuan kreatif. Membaca novel untuk menciptakan atau menulis novel atau karya lainnya.

Tentu saja, masih banyak tujuan lainnya. Tujuan para pembaca dalam membaca novel. Tapi, ketiga tujuan ini sudah dapat dijadikan basis untuk mengelompokkan tujuan-tujuan lainnya. Ketiga tujuan rumuskan dalam bentuk tingkatan yang objektif: membaca untuk kesenangan, membaca untuk berpikir kritis, dan membaca untuk mencipta karya. Ketiga tujuan yang menunjukan tingkat impresi, nalar, dan daya cipta. Tiga aspek yang menunjukan kedirian psikologi-kognitif setiap manusia. 

Jadi, mari rumuskan tujuan kita membaca buku. Dimulai dari tujuan untuk kesenangan yang berorientasi pada pembiasaan. Lalu, dengan seperangkat pengetahuan novel yang sudah banyak dijadikan sebagai dasar untuk memahami, mengkritis, dan mencipta novel. Ketiga tujuan yang sebenarnya saling terkait dan membentuk anak tangga yang sistematis dalam tujuan membaca novel. Pertanyaannya, tujuan membaca novel kalian sekarang ini sudah sampai di tahap apa? Inilah yang harus kita jawab dan rumuskan.

Heru Kurniawan, penulis dan Peneliti di Lembaga Kajian Nusantara Raya

Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

15 November 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In