Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Puisi

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

Admin by Admin
6 Februari 2026
0
Puisi-puisi Suminto A. Sayuti
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

22 Mei 2017

betapa rapuh diri. tatkala berhadapan dengan waktu

ternyata kita tidak pernah paham tentang esok

juga hari ini. dan hari-hari sesudahnya

tiba-tiba saja, tanpa ba bi bu. engkau berlalu

bersekutu dengan waktu. begitu saja

begitu indah dan sederhana. aku pun terperangah

di bibir hari. sketsa takdir di telapak tangan

aku baca kembali. ah, betapa rapuh diri

takkuasa lagi menautkan dua garis berbeda tepi

garismu dan garisku. jagatmu dan jagatku

napasmu dan napasku

tapi seulas senyum di beku bibirmu

menjelma semangat menggembalakan hari-hari

di padang waktu. menunggu jemputanmu

menunggu panggilan buat menyusulmu

Ninabobo Cinta

di redup matamu aku lihat surga

lalu sayup suara. gemericik air menuju hilir

menyela-nyela hamparan rumputan

padang luas terbuka di bawah langit

berwarna tosca

lalu aroma cempaka

meredakan gelisah mistar usia

sebuah ninabobo cinta berbalut kidung

yang takpernah rampung dalam senandung

di sungging senyummu aku hirup-hirup

saripati kenanga

senyum para nabi dan wali

lalu pendar-pendar cahaya

terpancar dari mahkota di atas kepala

serbuk-serbuk cinta. yang takpernah

selesai-selesai ketika di baca diberi makna

(mama, sungguh aku tidak sepenuhya

paham akan kehendak langit. ketika

diam-diam engkau bersijingkat pergi serupa

kabut yang menghilang di lereng bukit)

Guang Zhou

patung dewa kambing di lereng bukit

kabut melayap serupa hari hampir gelap

lalu bayangmu bangkit

muncul dari masa lalu

menyibak perdu-perdu rindu

bambangan-cakil di atas arena

di bawah benderang cahaya

raung tata warna. gamelan pun talu

di hati kita, ada gema dalam dada

walau jagat kita berbeda

Wanling Square, Guangzhou, Guangdong

di emperan toserba. hujan turun mengguyur kota

kubakar dingin dengan batang-batang sigaret putih

yin-yan berbungkus merah

orang-orang keluar masuk

membeli apa saja yang disuka

menghabiskan recehan yuan

dengan dalih teman dan handai tolan

“apa yang kaucari, kembara?

toserba swalayan takjuga menjual kenangan.”

ya. aku paham. mana ada kenangan

diperjualbelikan. kenangan cuma bisa diberi makna

apa pun peristiwanya

di bawah hujan, di kota seberang

kenangan bersamamu mengharu biru kalbu

memenuhi rongga. berdesakan

semuanya minta dituliskan. di bawah hujan

kenangan bersamamu menghangatkan

sisa-sisa ruang

Dirimulah Bumi Persemaian

gending hidupku kini ketawang

dua padhang dua ulihan

engkau pun mengetuk-ngetuk pintu kalbu

selalu. karena dalam ruang ada ruang

dalam jiwaku dirimu ada

bersama benih yang kini tumbuh kembang

tinggi menjulang. menggapai tawang

sebatang pohon kesabaran

berbuahkan cinta dan kasih sayang

dalam dirimu jiwaku ada

karena dirimulah bumi persemaian

tempat benih ditabur dan dirawat

disiram setiap saat

lalu tumbuh hingga tawang

sebatang pohon berbuah kesetiaan

gending hidupku kini ketawang

dua padhang dua ulihan dalam satu gongan

Kiblatnya Kiblat

mengayun langkah ke barat

engkau menjemput kiblatnya kiblat

penjuru bagi jiwa yang larat

engkau menjemput lembayung senja

cahaya bagi jiwa yang kehilangan cinta.

angin harapan mengiring langkah demi langkah

jejak pun menjelma kata-kata. meredakan gelisah

meratakan jalan menuju malam

tikungan demi tikungan, mengayam peristiwa

sebelum engkau menjemputku di ujung jalan

di beranda rumah yang dijanjikan

Sisa Hari-hari

akan diisi apa sisa ruang ini. sisa hari-hari

segalanya akan menjadi pasti

tapi masih adakah remah cintamu

seperti 700 hari lalu atau sebelum itu

14.000 hari yang membentuk jaring waktu

karena ikhwal akhir sebuah peristiwa

adalah awal peristiwa baru

begitulah. kita rambah pematang demi

pematang usia. setapak demi setapak.

dan gelisah pun selalu reda. dalam impian

kembara berbatas cakrawala. begitulah

kita susuri lorong demi lorong harapan

selangkah demi selangkah

gelisah pun semakin reda

dalam doa yang melintas benua

begitulah. anak cucu adalah bukti cinta kita

satu demi satu lahir dan tumbuh

kita lampaui musim demi musim labuh

begitulah. akhir peristiwa menjadi

awal peristiwa baru

dan kaupaham akan hal itu. juga aku

Merenda Kembali Hari-hari Lalu

sepotong cahaya menyela tirai jendela

kamar tempat dirimu membaringkan diri

ketika capai menutup hari

sepotong cahaya hinggap di kelambu ranjang

isyarat pun tersingkap bagi harap

sebelum tumbang di ujung rembang

sepotong wajah dan sepasang mata di wajahmu

aku pun menghirup aroma surga

dan kita berdua saja

merenda kembali hari-hari lalu

Palagan Penghabisan

segitiga cahaya. empat dinding kiblat

engkau di tengahnya. ketika iqamah kumandang

engkau pun pemenang kehidupan

berhasil membaca isyarat. memahkotai hidup

dengan ikat selendang kematian

lalu mengawal sisa-sisa langkahku

menuju wilayah perbatasan

senandung anak cucu. adalah syair

menuju palagan penghabisan

tanpa undur-undur kajongan

dan pada kulminasi peristiwa,

kunta druwasa musti menemu warangkanya

karena kepastian telah dituliskan

aku pun paham

ketika senyum surgamu mengingatkan

lewat fajar pagi selepas

ceruk malam

bersama kicau burung yang menyanyikan mazmur firdausi

bersama kokok ayam yang melihat kepak malaikat

juga telapak sulaiman

kenangan. ya, kenangan

alangkah menyakitkan ketika

tersentuh tangan

juga membahagiakan

Suminto A. Sayuti lahir di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 26 Oktober 1956. Pada dekade 1970-an saat tergabung dengan komunitas Persada Studi Klub Yogyakarta, namanya tidak pernah absen dalam forum-forum diskusi sastra maupun pementasan-pementasan puisi dan teater. Di kalangan seniman Yogyakarta, Suminto dikenal sebagai pemuda “bengal” yang tidak pernah puas dengan ilmu yang didapat. Proses kreatifnya dimulai dari kegemarannya membaca dan menulis sejak kecil. Semakin tersihir oleh dunia sastra sejak masuk Yogyakarta sekitar 1974. Sejak bergabung dengan komunitas Malioboro, mulailah ia menancapkan kukunya di dunia sastra. Suminto yang juga Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, juga menggeluti seni karawitan dan menggagas serta pengurus Masyarakat Karawitan Jawa. Ratusan karya lahir darinya, baik berupa makalah, diktat, buku, kumpulan puisi, cerpen, esai sastra, dan sebagainya.

Di antara karya Suminto A. Sayuti :

  • Kumpulan Sajak Malam Tamansari
  • Resepsi Sastra
  • Intertekstualitas: Pemandu Pengkajian Sastra
  • Ensiklopedia Sastra Indonesia
  • Evaluasi Teks Sastra (2000, terjemahan The Evaluation of Literary Texts karya Rien T. Segers)
  • Semerbak Sajak (2000)
  • Berkenalan dengan Prosa Fiksi (2000)
  • Berkenalan dengan Puisi (Gama Media, 2002)

Penghargaan :

  • Kedaulatan Rakyat Award, Bidang Kebudayaan (2005)
  • Anugerah Sastra Yayasan Sastra Yogyakarta (2014)
Tags: poetry
Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

15 November 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In