Meika Nur Azlina
KATAMU RUMAH, BAGIKU TIDAK
Rumah itu masih berdiri
Dengan alamat yang sama
Pintu yang sama
Dinding yang sama
Namun entah mengapa
Hangatnya tak lagi sama.
Sejak sore itu,
Ketika suara tua meledak di ruang tengah,
Rumah itu seolah menutup pintunya dari dalam.
Dengan lantang suara itu berkata
Bahwa aku tak perlu lagi di sana.
Sialnya, aku masih di sana waktu itu—
atau mungkin hanya tubuhku saja.
Purbalingga, 6 Maret 2026
Meika Nur Azlina
LANGIT-LANGIT ASRAMA
Kamar ini sederhana
Tidak besar, tapi nyaman
Namun di tempat inilah
Riuh tentang masa depan terus berputar di kepala
Tiap lampu kupadamkan,
Langit-langit asrama mulai bicara—
Menjadi saksi ragaku yang diam di sini,
Sementara jiwaku entah ke mana
Purbalingga, 6 Maret 2026
Indah Try Lestari
PERTEMUAN TANPA NAMA
Di kampung kecil
yang pandai menyimpan rahasia,
aku datang
membawa bahasa yang belum fasih
dan hati yang lebih gugup
daripada kata-kata.
Kita bertemu
seperti dua huruf
yang tak sengaja berdampingan—
tak dirancang menjadi kata,
namun ingin dibaca
berulang-ulang.
Kau tidak banyak bicara,
tapi caramu mendengar
membuat dunia
tidak sekeras biasanya.
Di antara grammar
dan vocabulary,
aku belajar satu hal:
tidak semua pertemuan
harus diberi nama.
Kadang cukup dijalani—
tanpa dipaksa
menjadi apa-apa.
Purbalingga, 10 maret 2026
Ibnu Mas’ud Sya’bani
MIMPI SEDERHANA
Di sudut meja belajar
sebuah mimpi kusimpan diam
seperti benih kecil
yang ditanam dalam tanah waktu.
hari-hari berjalan pelan
aku menyiraminya dengan usaha
meski hanya setetes
di antara lelah yang datang
suatu pagi nanti
benih itu akan tumbuh
menjadi pohon teduh
di tepi perjalanan.
Karawang, 11 Maret 2026
Cedrick Ken Putra Wijaya
CINTA YANG TENANG
ia datang
tanpa kata-kata besar
hanya duduk di seberang
menanyakan kabar
di hari yang panjang
tidak ada janji
tidak ada suara yang tinggi
hanya percakapan kecil
yang tinggal lebih lama
dari yang dikira
kita berjalan berdampingan
di jalan yang sama
tanpa perlu saling mendahului
dan saat senja turun
kita tetap di sana
tanpa merasa harus pergi
Bayu Candra Setiawan
BIADAB
Di tanah yang dulu penuh tawa
kini tinggal sunyi dan luka.
Langit memerah
seperti darah yang pecah di udara.
Angin membawa tangisan
yang kehilangan arah.
Di sudut kota
tawa anak-anak kecil
berubah menjadi jerit.
Suara mereka menggema
mencari keadilan
yang tak kunjung menjawab.
Purwokerto, 7 Maret 2026

Meika Nur Azlina, lahir di Kebumen pada 10 Mei 2007. Saat ini ia tengah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Selama masa sekolah di MAN 3 Kebumen, Meika dikenal aktif dalam dunia organisasi, khususnya kepramukaan, dengan amanah sebagai Dewan Ambalan serta menjadi bagian dari Dewan Kerja Ranting Kutowinangun. Penulis yang berasal dari Babadsari ini dapat dihubungi melalui pos-el: Meikaazlina999@gmail.com.

Indah Try Lestari, lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 31 Juli 2007. Saat ini, ia merupakan mahasiswi aktif di Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Indah memiliki riwayat pendidikan yang beragam, mulai dari SDS HMDC 05 Manis Mata, SMP Islam Al-Hasyimiyyah Pangkalan Bun, hingga PDF Ulya Al-Mubaarok Manggisan. Pemuda asal Dusun Kemuning Estate ini kini mulai aktif mengeksplorasi dunia sastra di sela-sela kesibukan kuliahnya. Penulis dapat dihubungi melalui email: indahthreelestari3108@gmail.com.

Ibnu Mas’ud Sya’bani, lahir di Karawang pada 14 September 2006. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Selain aktif di dunia akademik, Ibnu memiliki jiwa kepemimpinan yang terasah melalui perannya sebagai Ketua Himpunan Santri di pondok pesantrennya. Alumnus SMAN 1 Banyusari ini kini berdomisili di Cicinde Selatan, Karawang. Untuk silaturahmi dan korespondensi, penulis dapat dihubungi melalui email: ibnumasud0906@gmail.com.

Cedrick Ken Putra Wijaya, lahir di Bekasi pada 25 Juli 2006. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan tinggi di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Sebelumnya, Cedrick menyelesaikan pendidikan di MI Istiqomah Sambas, SMPN 1 Purbalingga, dan SMKN 1 Purbalingga. Pemuda yang kini berdomisili di Mrebet, Purbalingga ini memiliki ketertarikan dalam dunia literasi di sela-sela kesibukan akademiknya. Penulis dapat disapa melalui pos-el: cedrikken@gmail.com.

Bayu Candra Setiawan, lahir di Banyumas pada 19 Maret 2007. Saat ini ia menempuh pendidikan di SMKN 1 Purwokerto setelah sebelumnya menyelesaikan studi di SDN Pasir Wetan dan SMPN 4 Purwokerto. Selain aktif menulis, Bayu memiliki pengalaman organisasi yang luas mulai dari Pramuka, Paskibra, IPNU-IPPNU, hingga OSMA. Ia juga memiliki ketertarikan kuat di bidang teknologi, yang dibuktikan dengan pengalaman magangnya di PT PLN ICON PLUS Semarang serta staf pembantu IT di UIN Saizu Purwokerto. Korespondensi dapat dilakukan melalui email: bayucandra0307@gmail.com.

