Puisi M. Alif Doni Saputra
MUSIK MEYIMPAN KENANGAN
Ada lagu yang tiba-tiba datang
dari sudut kafe,
Dari radio tua,
atau dari earphone
yang lupa di matikan
nadanya sederhana,
namun entah mengapa
hati tiba-tiba
pulang ke masa lalu
purbalingga, 7 maret 2026
Parhan Aan Hasbulloh
Di Tepi yang Belum Selesai
Kita nyaris menjadi dua arah Ketika
angin memecah suara Dan laut menyalakan asin di dada
Gelombang datang tanpa memilih,
Menghapus jejak di pasir
Seolah ragu lebih kuat dari nama
Namun tangan itu masih tinggal,
meski retak tak pernah benar-benar hilang
Badai lewat diam-diam, seperti ujian
Yang mengajari kita arti bertahan
Di tengah riuh yang hampir memisahkan
Cinta ini tetap menemukan jalannya
Purbalingga, 4 Maret 2026
Untuk Hari Ini
Aku mengintip pagi
dari kitab yang belum selesai kubaca
Mencuri sedikit terang
dari halaman yang masih terbuka
Aku menengadah
ke tempat kau tinggal
Awan sirus tumbuh perlahan isyarat
yang tak selalu kupahami
Keraguan menjadi ayat-ayat yang kurapal sepanjang hayat
Namun untuk hari ini
aku memilih tetap bernapas
untuk aku,
untuk kamu,
untuk hari ini
Purwokerto, 7 Maret 2026
M. Aisna Wijaya
RUANG
Aku pernah pindah kota
dengan sisa ragu yang belum selesai.
Dari kota pelajar yang mengajarkanku lelah,
ke kota di kaki gunung yang menawarkan kemungkinan.
Aku takut ruang itu terulang
ruang di mana buku dan upah
berkejaran di lorong waktu.
namun tagihan ilmu yang lebih ringan
memberiku ruang yang tak lagi sesak.
Lalu seorang kawan lama mengetuk pintu yang lama kukunci sendiri,
sebuah simpul yang menuntunku pulang pada tanah subur tempat namaku pertama dipanggil.
Di sana, aku tidak merasa asing.
namaku akhirnya disebut,
diberi sudut untuk tegak,
dan angin pelan untuk mencoba nyaringku
yang dulu sering kutolak saat dibangku kejuruan itu.
Ruang itu perlahan meluaskanku.
Dari Pelabuhan itu,
langkahku berlanjut ke langit kedua
sebuah pintu lain yang kuberanikan diri buka.
Ternyata ruang bukan sekedar tempat singgah.
Ia pernah menjadi takutku, dan perlahan berubah menjadi rumah bagi versi diriku yang asing.
Purbalingga, 5 Maret 2026
M. CAESAR FATKHURRAHMAN
TAK HARUS SEMPURNA
Konon dunia menyukai wajah-wajah tanpa retak
langkah yang selalu lurus
kata yang tak pernah keliru
Seolah hanya mereka
yang rapi seperti kaca baru
yang pantas diberi tempat
Padahal hari-hari
sering datang dengan lipatan
Langkah kadang tersandung batu kecil
hati sesekali kehilangan arah
di persimpangan sunyi
Namun manusia
tak pernah benar-benar tumbuh dari utuh
Ia belajar dari tanah yang terinjak
dari jatuh yang diam-diam
mengajarkan cara berdiri kembali
Barangkali hidup
tak pernah menuntut kesempurnaan
Ia hanya ingin melihat
seseorang tetap berjalan
meski membawa retak
yang belum selesai disembuhkan
Sebab yang bertahan pada akhirnya
bukanlah yang tampak tanpa celah
melainkan yang tetap tulus
meski dunia sering meminta
lebih dari yang ia punya
Purbalingga, 10 Maret 2026
Mafaz Anjali Afiyati
DOA YANG MENGALIR
Dari bibirmu,
ayat berubah menjadi embun.
Ia jatuh perlahan
di hati yang nyaris retak oleh lelah.
Dan pada saat itu,
kami kembali percaya
bahwa Tuhan masih menuliskan arah
di ujung doa orang tua.
Purbalingga, 05 Maret 2026
Penulis
M. Alif Doni Saputra, merupakan Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada prodi Informatika

Parhan Aan Hasbulloh, lahir di Brebes, 07 Juli 2007. Beralamat Kec.Salem, Kab.Brebes. Saat ini ia tengah menempuh kuliah di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada prodi Informatika
M. Aisna Wijaya, merupakan Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada prodi KPI
M. CAESAR FATKHURRAHMAN, merupakan Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada prodi KPI
Mafaz Anjali Afiyati, merupakan Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri pada prodi KPI

