Kirim Karya

SKSP Book Store
No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan
No Result
View All Result
SKSP Book Store
No Result
View All Result
Home Puisi

Puisi-Puisi Abdurrahman Adham A.

Admin by Admin
20 Agustus 2026
0
Puisi-Puisi Abdurrahman Adham A.
Share on TelegramShare on WhatsappShare on Twitter

WAKTU MENUA DI PERGELANGAN HARI

Waktu menua di pergelangan hari.

Daun gugur menulis alamat yang tak lagi kucari

Namun warna matamu—seperti senja di dalam cermin

Masih menyalakan sumbu di antara rinduku yang dingin.

Setiap mimpi adalah peron yang tak bersuara.

Kutemui kelingkingmu di ujung doa yang terjaga.

Janji kita menggantung di langit, rapuh namun bercahaya.

Mungkin belum saatku pulang—biarlah semesta menundanya.

Aku cemburu pada sunyi di sela halaman

Yang kau baca lebih lama dari tatapanku semalam.

Padahal di sana, puisiku adalah rahasia yang bersembunyi.

Berbaring diantara kata-kata yang tak sempat kembali

Di bawah cahaya rembulan seperempat.

Aku melipat malam dalam amplop coklat.

Di dalamnya; sehelai napasmu, sebutir waktu, dan debu rindu.

Andai aku bisa jadi jeda di antara terbit dan tenggelam harimu


KEPADA NANTI

Kepada nanti,

Yang tak sempat diucap—

Kuharap sepasang tatap itu cukup

Untuk setiap esok yang dituntut sepi.

Yang terhormat,

Nadimu yang serupa laut,

Tempat ombakku berpulang—

Walau redup, kutahu kau terang.

Membawakan kabar

Yang kadang terkubur, kadang kabur,

Seperti bintang-bintang yang gugur,

Mencari tempat ternyaman untuk tertidur.

Bayangku yang berserah

Meluruh, pada teduhmu—

Yang tabah merawat resahku,

Tempat tumbuh tanpa rasa bersalah.

2025, 2026

MELEKAT ERAT

sepasang mataku menyimpan tanya

bagaimana cara Tuhan menata parasmu?

tentang mentari dan bulan yang berpadu di pipimu—

serta senyumanmu, yang berhasil mencuri warna senja

di antara belahan nadi dan jiwa

yang satu mahir merindu dalam diam—

yang lain pandai merawat harap yang bersemayam

semoga detaknya tetap melagukan tentang kita

sebab praduga tak selalu nyata

kadang semu menjelma doa-doa

maka, izinkan aku mengabadikan pesonamu di atas kertas—

merayu waktu, agar pertemuan tak lagi menunda lekas.

PENCABUTAN LEGITIMASI & LABELISASI MORAL

Mata uang serupa dengan rindu hari ini

Pemilik menuntut segera di setorkan

Aku menjelma pegawai yang kelabakan

Sebab setumpuk puisi nilainya tak diakui

Aku tahu sang pemilik mewarisi tangisan pilu

Tapi aku pegawai, sumpah serapahku tak bernilai

Para menteri hanya sibuk mengaudit dosa pada cacat catatan pajakmu

Sedang hatimu kehilangan vokalnya bagai nyanyian tanpa bunyi

Apa hakku mencela hukum yang lahir dari cacat negara

Bahkan bantahan yang melonjak tak cukup penting untuk masuk arsipnya

Sebab sembab tak cukup untuk meluluhlantakkan pemerintahan

Nahas, birokrasi itu tak mengizinkan secarik kertas kritikan

PULANG KE MATAMU

Dalam secarik kertas utuh

Berisikan seratus harapan penuh

Tentang angan dan ingin yang begitu murni

Dari seluruh keluguannya merangkai sekian diksi

Telah kucicipi segala rasa dunia

Pahitnya luka dan asamnya rindu

Namun tak ada yang lebih manis

Dari jatuh dalam senyumanmu

Kuhabiskan hari tanpa rehat

Membasuh muka yang penat

Sebab kau adalah jeda yang singkat

Dari hiruk-pikuk kehidupan yang memadat

Penulis

Abdurrahman Adham A, lahir 11 November 2007 di Banjar Seminai, Siak, Riau. Beberapa puisinya telah dimuat di buku kumpulan antologi puisi “Ungkapan Rasa, Memeluk Mimpi, Derap Langkah Waktu”. Sekarang duduk di bangku SMA di Abu Bakar Yogyakarta. Akun Instagram yang dapat di Sapa dengan penuh hangat: @almubarokfury.._






































Admin

Admin

SKSP

POPULER

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

Puisi – Puisi Quinta Sabrina

2 Juli 2024

Tentang Redaksi

11 Juli 2024

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

12 Juni 2022
Puisi – Puisi Tania Rahayu

Puisi – Puisi Tania Rahayu

2 Juli 2024
  • Disclaimer
  • Kebijakan & Privasi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Esai
    • Esai
    • Esai Terjemahan
  • Puisi
    • Puisi
    • Puisi Terjemahan
  • Cerpen
  • Gurit
  • Galeri
  • Katalog Buku
    • Info Buku
    • Beli Buku
  • Tentang Redaksi
  • Kerjasama Korea Selatan

© 2024 SKSP - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In