Bait Doa Yang Purnama Di sela-sela gerimis itu Dirimu mengetuk pintu rumahku Mengulurkan tangan demi salam yang mulia Lalu...
Read moreCatatan Wabah, 26 Maret Kewaspadaan ini apakah hanya tentang ketakutan?Orang-orang di dalam rumah dan pertemuan berjarak,kita menjumlah mayat sambil menutup...
Read moreSAJADAH: MALAM YANG CAHAYA sajadah yang kau bentang malam pertama itu, kini mulai mendekati saf pertama pula. tapi, kau...
Read moreTENTANG HIDUP-MENGHIDUPI adalah kesungguhan zenit yang membuat kita berporos pada asa yang sama adalah kerendah-hatian nadir cinta...
Read morePIGURA SEMESTA Ia belum selesai ketika langit jingga berucap: au revoirKain satinMembalut langitPada pipih waktu Dan aku mencuri doaPara pendosaYang memar oleh...
Read moreNAMAMU TONGGAK AKU BERDIRI Oleh karenanya, aku akan memilih menjadi puan dengan tulang rusuk yang tak utuh barang dua sekalipun....
Read moreALAMAT-ALAMAT JAMAN BHERI I.Kiranya hanya Donan mengalami jaman ini. Tapi belum ada setahun, sudah berlalu.– Kapan carutmarut itu berlarut-larut, meragukan kesungguhan...
Read moreANAK PEMANJAT TIANG BENDERA DI ATAMBUA Di Atambua, seorang bocah menyelimuti hatinya dengan bendera tanpa busana telanjang dada tak segagah...
Read moreRISALAH PEREMPUAN LAUT Menelusuri nafas kehidupan samudera Terbentang permai di luasnya jagat Bersama nyiur dedaunan kelapa Serta cicit burung-burung...
Read moreSoliter (I) 1. Kau membangun gedung-gedung, kafe, rumah makan 24 jam, di atas tubuh sendiri: tanah sengketa antara keinginan-keinginan...
Read more© 2024 SKSP - All Rights Reserved.
© 2024 SKSP - All Rights Reserved.